Print

 

 

 

 

AKLIMATISASI ANUBIAS SP

 

Selintas foto ini seperti kue yang diberi salad, tapi sebenarnya foto tersebut adalah foto jenis tanaman Anubias sp hasil kultur jaringan yang sedang diproses aklimatisasi dengan menggunakan rockwool, dengan menggunakan wadah kue lengkap dengan tutupnya, wadah kue bisa di beri larutan makanan yang kemudian dapat diserap baik oleh rockwool sehingga tanaman Anubias sp hasil kultur jaringan dapat tumbuha dengan baik. Proses aklimatisasi ini dilakukan di dalam ruang inkubasi kultur jaringan, sama seperti tanaamn kultur jaringan, maka tanaman aklimatisasi ini juga terpapar oleh lampu di ruang inkubasi. Dengan demikian kebersihan dan kontrol larutan makana dapat lebih terjamin dan lebih bersih dan steril. Tujuan menggunakan metode seperti ini adalah untuk memperkecil perbedaan kondisi dari dalam botol kultur ke luar botol kultur sehingga tanaman tidak kaget dan tidak mengalami stres yang dapat menyebabkan kematian. Proses ini bisa dilakukan sampai sekitar 1 bulan atau disesuaikan dengan kebutuhan/ kondisi tanaman.

 

 

 

Dalam pelaksanaannya dipupuk dengan menggunakan formula MS (Murashige and Skoog), glukosa 30 g/l setengah komposisi, bisa dibantu dengan memberikan kombinasi hormon akar dan tunas agar pertumbuhan akar dan tunasnya dapat tumbuh dengan baik (IBA 2 mg/l, BAP 2 mg/l, GA3 0,5 mg/l, Vit B komplek IPB 1 tablet/liter). Agar tidak terjadi etiolasi (pemanjangan organ tanaman, akrena kurang sinar), maka dapat dilakukan penambahan intensitas sinar yang diberikan, pemberian packlobutrazol (paclobutrazol 0,5 mg/l) dalam konsentrasi kecil, penambahan pupuk KNO3. dengan demikian tanaman dapat tumbuh kompak tebal dan rimbun. Dengan demikian peluang aklimatisasi akan lebih besar

 

 

 

 

EMBRIO SOMATIK CATTLEYA

 
 

 

Foto tersebut adalah foto anggrek cattleya,koq beda ya...iya itu masih dalam bentuk tunas-tunas mudah yang sangat banyak. Padahal Anda tahu bahwa harga satu tanaman cattleya yang berbunga harganya cukup lumayan kisaran 200ribu sampai 500ribu. Foto tersebut adalah kultur embrio somatik anggrek cattleya yang berasal dari Plb (protocormlikebody) biji anggrek cattleya. Jenis langka lagi, wah harganya pasti lumayan tinggi. 

 

Buah anggrek disebab di media kultur, kemudian setelah tumbuh di subkultur ke media embrio somatik, sehingga bisa yang sudah berkecambah akan tumbu memperbanyak dirinya ke arah pertumbuhan tunas yang banyak dan kecil-kecil, sehingga dari satu bua biji anggrek cattleya bila dimasukkan dalam media kultur embrio somatik ini maka seterusnya dan selamanya akan tumbu seperti itu. Anggrek tersebut tidak akan membesar, kecuali memang kita menginginkannya dan merubah komposisi media ke arah pembesaran,

 

 

Berarti maksudnya kultur jaringan anggrek cattleya bisa kita perbanyak dalam jumlah jutaan dan tidak akan ada habisnya. bahkan beberapa botol kultur dapat di masukkan dalam program koleksi in vitro, yaitu kita koleksi dan kita simpan dalam kondisi "tidur"pertumbuhan minimal, dan kondisi ini bisa bertahan bertahun-tahun. Dengan demikian kita tidak akan pernah kehabisan stok anggrek cattleya tersebut. Sayangnya hal ini tidak banyak orang yang mengetahuinya. Banyak persepsi bahwa biji anggrek ya disebar dan ditumbuhkan kemudian dijarangkan berulang kali sampai kemudian besar dan akhirnya diaklimatisasi dan akhirnya habis. Kemudian sebar biji lagi, padahal tidak harus seperti itu. Kemudian juga ada persepsi bahwa bila kultur anggrek diperbanyak terus maka akan mengalami penurunan kualitas dan mengalami mutasi sehingga kualitas tidak baik. memang ada benarnya tapi sebenarnya tidak seperti itu juga. maksudnya adalah bahwa kita harus mampu mengevaluasi apa yang menyebabkan penurunan kualitas, dan apa yang menyebabkan terjadinya mutasi. Dan bila itu mampu kita ketahi dengan baiki dan kita dapat mengantisipasinya dengan baik maka kita tidak harus berulangkali menyebar biji. Tapi cukup sekali sebar biji, sebagian disimpan dan ditidurkan sebagian.

 

 

 

 

 

 

PLANTLET ANGGREK BULAN THAILAND

 

 

Budidaya kultur jaringan anggrek sebenarnya sangat mudah dan cepat perbanyakannya dibanding kultur jaringan tanaman lainnya. Disamping itu harga jual anggrek juga relatif stabil tinggi, sehingga kultur jarinmgan anggrek, sebenranya merupakan peluang yang sangat baik. Dengan biaya operasional kultur jaringan hanya Rp. 6.500,- bisa menghasilkan satu botol kultur jaringan anggrek bulan thailand dengan nilai jual seharga Rp. 90.000. Harga botol thailandnya justru yang mahal sampai Rp. 20.000 (harga eceran botolnya).

 

 

Jadi sebenarnya wirausaha anggrek merupakan peluang yang sangat baik untuk usaha kultur jaringan, selain margin keuntungannya yang tinggi, kulturjaringannya lebih mudah, hasil perbanyakannya lebih cepat dan segmen pasarnya cukup luas.

 

Untuk meningkatka keberhasilan plantlet hidup sampai tahap aklimatisasi maka ada baiknya pertumbuhan kultur jaringan plantlet diberi ruang dan waktu yang memadai untuk dapat tumbuh lebih kuat dan lebih besar, dengan cara memberi ruang tumbuh yang lebih luas dan memerikan makanan yang memadai serta tahapan aklimatisasi yang lengkap dan memadai.

 

Biasanya dalam satu botol thailan berisi 10 anggrek maka dalam hal ini kita isi 5 individu saja sehingga anggrek dapat tumbuh lebih leluasa dan lega karena ruang lebih memadai. Disamping itu media kita buat memadai dan baik untuk pertumbuhannya, yaitu:

Media MS, Vit B komplek IPI 1 pil, pepton 200 mg/l, ekstrak kentang 500 g/l, air kelapa 300 ml/l, arang aktif 200g/l. Dalam satu botol diberikan 80 - 100 ml.

 

Dalam pertumbuhannya diberi waktu untuk dapat tumbuh dengan memadai 3-4 bulan. Kemudian anggrek di beri perlakuan "Hardening" yaitu penguatan dinding sel dan metabolisme selama 1 bulan, baru kemudian dilakukan proses aklimatisasi bertahap.

 

Dalam pelaksanaan aklimatisasi untuk memperkuat dan mempertebal dinding sel dan agar pefrtumbuha lebih kompak dan tebal maka dalam perlakuan penyiraman dapat di beri zat penghambat paclobutrazol sebanyak 0,5 mg/l, seminggu sekali. Zat penghambat paclobutrazol akan menghambat pembelahan sela, tapi justru akan menyebabkan penebalan dinding sel sehingga tanaman akan menjadi lebih kompak dan tebal jaringannya

 

 

 

 

 

 

 

KULTUR JARINGAN ANGGREK MACODES SP

 

 

Anggrek tanah macodes sp adalah anggrek yang memiliki daun yang cantik, karena tekstur seperti bludrudan urat daun berwarna keemasan. Anggrek ini biasanya hidup di daerah dengan dpl yang cukup tinggi sehingga budidayanya di daerah rendah agak sulit tumbuh dengan baik.

 

Di ketahui bahwa tanaman ini diekspor ke jepang untuk bahan baku obat, pastinya mengandung apa informasinya masih belum jelas, katanya digunakan untuk obat patah tulang(?). Tapi jelas bahwa anggrek ini berkhasiat obat, kita dapat menganalisa dengan GCMS sehingag dapat diketahi kandungan bahan bioaktifnya sehingga dapat diketahui manfaatnya secara pasti.

 

 

Keindahan daunnya yang lembut dan indah sangat menawan banyak orang untuk mencintainya, tapi tidak banyak orang sanggup membudidayakannya. Jumlah jeni ini dipasaran juga masih sangat langka, sehingga harganyapun masih lumayan tinggi.

 

Keindahan daunnya lebih dominan dibanding bunganya yang kecil dan terlihat kurang menarik bagi orang awam. Oleh sebab itu kemungkinan pemanfaatan jenis spesies ini lebih ke arah kandungan banhan bioaktif untuk obat.

 

Esha Flora sudah mengkulturkan dan mengkoleksi tanaman anggrek ini cukup lama yaitu sekitar 10 tahunan di koleksi, ditidurkan. Dan bila ingin digunakan maka di bangunankan dan dijouveilkan (diremajakan) kembali.

 

Esha Flora sudah melakukan pemulian dengan melakukan ploiploid dan mutasi sinar gamma pada jenis ini. dan masih dalam proses seleksi di dalam kultur.

 

Harapannya spesies anggrek Macodes ini dapat dikembangkan pemanfaatannya dengan lebih baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan lebi baik dan secara tidak langsung anggrek ini juga akan terlestarikan.

 

Komposisi media kultur jaringan anggrek Macodes sp adalah media 1/2MS, pepton 200 mg/l, gula 30g/l, TDZ 0,5 mg/l, BAP 2mg/l.